Untuk dapat menciptakan suasana yang bersinergi di tempat kerja, maka di perlukan komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan maupun antara sesama pekerja. Terlebih lagi dalam menyampaikan idea tau sesuatu yang ingin kita kehendaki namun tidak sampai pada seorang yang ingin menerima pesan tersebut.

Banyak sumber daya melakukan banyak survei karyawan selama bertahun-tahun untuk memastikan apa yang disukai karyawan tentang tempat kerja mereka dan apa yang menurut mereka perlu diubah. Dalam banyak kasus, salah satu rekomendasi utama dari karyawan untuk menjadikan tempat kerja lebih baik adalah “menyediakan komunikasi yang lebih baik”.

Apa yang ingin diketahui karyawan? Mereka ingin tahu sebelum perubahan terjadi bahwa itu akan datang. Mereka ingin tahu mengapa perubahan itu terjadi. Dan yang terpenting, mereka ingin tahu bagaimana hal itu akan memengaruhi mereka. Jika Anda dapat meningkatkan upaya komunikasi Anda dengan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, stres karyawan Anda akan berkurang, lebih produktif, dan upaya perubahan Anda akan lebih berhasil.

Menurut Panduan Manajer untuk Berkomunikasi dengan Karyawan , “dari perspektif komunikasi, karyawan merasa dihargai dan dihargai ketika:

~ Mereka yang pertama mendengar berita penting

~ Mereka dikonsultasikan secara teratur

~ Mereka didengarkan

~ Saran mereka ditindaklanjuti

Beberapa cara terbaik yang saya temukan untuk berkomunikasi dengan karyawan adalah sebagai berikut:

1. Kirim email massal untuk mengkomunikasikan informasi yang tepat waktu seperti penutupan kantor karena cuaca buruk.

2. Melakukan rapat staf secara berkala untuk membahas berita departemen, mendelegasikan pekerjaan, dan berbagi informasi dari manajemen senior.

3. Lakukan pertemuan Balai Kota secara teratur, yang diselenggarakan oleh pemimpin senior, untuk memberikan informasi tingkat tinggi tentang acara yang akan datang atau memberikan pembaruan status. Mengantisipasi dan menyambut pertanyaan dari audiens Anda.

4. Dorong karyawan untuk memberi tahu Anda apa yang tidak berhasil dan tawarkan saran mereka untuk perbaikan. Ciptakan budaya di mana komunikasi terbuka  yang baik.

5. Sediakan kotak saran dan hargai ide-ide bagus. Beri tahu karyawan bahwa saran harus positif, menghormati orang lain, dan dapat dilakukan. Misalnya, “Pecat manajer saya” bukanlah penggunaan kotak saran yang sesuai.

6. Berjalanlah di sekitar kantor dan siap untuk percakapan spontan.

7. Bertemu secara teratur dengan karyawan, satu lawan satu, untuk membahas kinerja mereka.

8. Lakukan latihan membangun tim yang menyenangkan dan bertemu dengan pemecah kebekuan bagi karyawan untuk saling mengenal.

Terakhir, untuk menjadi komunikator yang baik, pastikan Anda telah didengar. Ajukan pertanyaan untuk mengetahui apakah pesan Anda telah sampai ke audiens Anda. Seperti yang dikutip oleh George Bernard Shaw: “Masalah terbesar dalam komunikasi adalah ilusi bahwa hal itu telah terjadi.”

Jadi, itulah beberapa masalah komunikasi yang mesti di hindari dalam lingkungan kerja, semoga ulasan diatas dapat menambah wawasan bagi semua serta bermanfaat dalam menciptakan suasana yang bersinergi dalam lingkungan kerja melalui komunikasi yang baik.