Diabetes adalah penyakit ketika tubuh tidak dapat menghasilkan insulin atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi dan tidak bekerja dengan baik.

Saat ini terdapat 2 tipe diabetes yang umumnya terjadi. Diabetes tipe 1 ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin dan menggunakan suntikan insulin. Diabetes tipe 2 tidak memproduksi insulin yang mencukupi dan biasanya mempunyai riwayat diabetes dalam keluarga.

Berikut adalah kebiasaan yang dapat menyebabkan penyakit diabetes diantaranya:

● Teh manis, menyebabkan tingginya asupan gula dan kadar gula darah meningkat. Dari teh manis 1000 hingga 1200 kalori diperoleh dan ditambah dengan tiga kali makan sehari dengan nasi dan belum lagi dengan cemilan lainnya yang mengandung gula.

● Gorengan, karena dapat menyebabkan penyakit cardiovascular dan resikonya dislipidemia dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL dan trigliserida dan hal ini karena banyaknya konsumsi makanan rendah serat dan tinggi lemak.

● Suka ngemil, biskuit, keripik maupun kentang dan kue manis mengandung hidrat arat tinggi tanpa adanya kandungan dan pangan yang memadai. Belum lagi gula dan tepung mengandung banyak peranan menaikkan kadar gula dalam darah.

● Kurang tidur, menurut hasil riset jika kurang tidur selama 3 hari akan mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun dan memicu nafsu makan dengan makanan berkalori tinggi yang menyebabkan kadar gula darah menjadi naik.

Selain itu, diabetes disebabkan oleh karena malasnya dalam beraktivitas fisik dengan resiko obesitas yang tinggi dibandingkan dengan orang yang rajin bergerak.

Sering mengalami stres akan meningkatkan hormon epinephrine dan kortisol sehingga gula darah naik dan terdapat cadangan energi untuk aktifitas dan jika dalam waktu berkepanjangan akan memicu kadar gula terus tinggi.

Bagi perokok resiko perokok aktif untuk menderita diabetes meningkat hingga 22 persen dan jika menggunakan pil kontrasepsi menyebabkan perubahan kadar gula dalam darah.

Berikut adalah makanan sehat untuk penderita diabetes diantaranya:

● Salmon dan ikan laut, untuk menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke, DHA dan EPA untuk melindungi sel-sel pembuluh darah dan mengurangi peradangan dan memiliki resiko lebih rendah mengalami gagal jantung dan penurunan lemak trigliserida.

● Tahu dan tempe, memiliki kandungan isoflavon untuk memperbaiki resistensi insulin dan memuat gula darah dapat stabil dan serta dan protein dalam kedelai ini memperlambat pergerakan usus halus.

● Pare, dapat menurunkan kadar gula darah dengan diabetes tipe 2 dengan makan 2 gram pare sehari.

● Ubi jalar, memiliki beta karoten yang diubah menjadi vitamin esensial A dalam tubuh dan memiliki indeks glikemik lebih rendah dibanding kentang.

● Dark chocolate, memiliki lebih dari 70% kakao untuk membuat gula darah lebih stabil dan mengonsumsi satu ons atau satu potong kecil per harinya.

Selain diatas, dapat juga mengonsumsi seledri dengan mencampurnya dengan perasan jeruk lemon, irisan belimbing, sedikit mentimun dan madu. Dapat juga mengonsumsi pok choy dengan vitamin A, C, E dan K dengan IG serta karbohidrat yang rendah dalam sayuran. Sayuran asparagus mengandung folat dan nutrisi dan menurunkan kadar homosistein dan resiko penyakit cardiovascular.

Daging dada ayam tanpa lemak dapat dikonsumsi untuk menurunkan kadar gula darah dan lebih mengenyangkan dan dikonsumsi sekitar 22 gram. Konsumsi juga beras merah sebagai pengganti nasi putih karena memiliki sumber karbohidrat dan kaya akan magnesium. Dapat juga mengonsumsi roti gandum karena mengandung karbohidrat kompleks yang kaya akan vitamin, mineral dan serat.